Tampilkan postingan dengan label entrepreneur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label entrepreneur. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Maret 2012

NO EXCUSE

Sudah lama saya tidak membuat postingan artikel, rasanya blog ini jadi sepi sekali,,,,tapi ya memang begitu adanya,karena saya belum berniat untuk mengembangkan blog ini lebih lanjut, melainkan hanya sebagai selingan saja..

kembali saya ingin sharing mengenai motivasi menjadi Wirausaha,, saya masih merasa tidak pantas sebenarnya membuat artikel ini, apalagi kalau disuruh menjadi pembicara di bidang wirausaha atau bisnis,
MENGAPA ??
karena saya ini sebenarnya belum punya bisnis, hanya teori doank , kalau pun bisnis, ya bisnis kecil-kecilan, yang paling mudah adalah menjadi broker atau proyek tertentu,, belum bisnis yang benar2 bisnis menurut saya, menurut saya lho yaa...
karena yang saya anggap bisnis yang sejati itu adalah sebuah usaha yang dilandasi dengan plan dalam jangka panjang, dengan modal yang sudah direncanakan, dan memiliki sebuah sistem yang mengaturnya. dan selama ini bisnis yang saya lakukan adalah dalam rangka mengumpulkan modal sekaligus sebagai sarana belajar saya untuk memulai bisnis yang sejati itu,

MODAL? ya benar, saya sedang dalam masa mengumpulkan modal untuk memulai bisnis yang lebih besar, Namun kenyataan yang terjadi adalah bisnis kecil2 yang saya mulai ini kadang untung kadang rugi, kalau untung banyak pun, akhirnya habis buat beli buku, byr spp, beli hp, dsb..hingga akhirnya saya tidak pernah bisa mendapatkan modal yang saya inginkan itu..

Hingga akhirnya, sampai pada beberapa bulan ini, saya terkena musibah (maslah keluarga) yang membuat saya bersedih namun juga bersyukur,,ya, saya bersyukur karena tiba2 muncul modal 100 juta di depan saya,,tapi ni modal bukan sembarang modal, karena ini modal hidup mati saya dan keluarga saya di masa depan nanti.
Sampai di sini akhirnya masuk ke tema judul artikel ini, "NO EXCUSE"
Begitu mendapatkan modal segitu untuk usaha, kemudian otak saya langsung berpikir cenat-cenut, saya gunakan untuk usaha apa ya?? puter sana puter sini, cari sana cari sini, saya jadi semakin bimbang untuk menggunakan uang ini dalam bentuk usaha apa..saya browsing internet mengenai peluang usaha yang paling tepat,,saya buka website waralaba, memilih -milih waralaba yang cocok, kemudian saya buka website alat-lat industri, pengen rasanya punya pabrik sendiri, sampai akhirnya saya buka halaman demi halaman yellow pages untuk mendapatkan inspirasi bisnis...

dari sinilah saya memahami makna dari para senior entrepreneur, bahwa modal uang hanyalah ALASAN bagi seseorang untuk memulai usaha,
ketika orang ditanya, mengapa kamu tidak segera membuka usaha?jawabnya, "belum ada modal Pak!", atau "modalnya tidak cukup Pak"..
Namun ketika giliran tiba2 disodorkan uang dalam jumlah besar, "Nih buat Usaha",, baru deh kelimpungan, "buat apa ya, buat apa ya". 

ini membuktikan uang bukan alasan untuk kita memulai usaha, dengan adanya uang ditangan pun, belum tentu seseorang bisa langsung membuka usaha.
bener kan? coba deh kalau tiba2 hari ini anda dapat uang 20 juta aja, apakah anda sudah siap merencakan usaha anda?
Saya yakin sebgian besar dari kita tidak siap, membayangkan sebuah bisnis saya belum,,apalagi merencanakan, ya kan? :)

tentulah, MODAL PALING AWAL ADALAH NIAT DAN TEKAD, modal yang lain pasti akan ngikut dengan sendirinya,, itu pasti...
Setidaknya dari sini, saya berani menasihati karena saya sudah merasakan nya sendiri, bahwa jangan pernah beralasan memulai bisnis karena modal, karena terbukti itu hanya alasan kita saja teman2..YAKINLAH..
kalau belum ada waktu? silakan dijawab sendiri, manusia akan terus sibuk, dan baru ada waktu kalau sudah di kuburan (kata dokter Aan),,hehe..pokoknya saya berani jamin, ketika kita memiliki niat untuk berbisnis, pasti lah selalu ada bisikan2 setan untuk menunda, untuk membayangkan yang tidak2, untuk membuat ragu, dsb..
sebenarnya itu bukan bisikan setan, otak kita memang disetting untuk selalu berasa dalam kondisi aman, dan berbisnis dinilai oleh otak kita sebagai hal yang tidak aman, sehingga wajarlah bila otak secara otomatis menghalangi pencapaian itu... berterima kasihlah pada otak, dia berniat baik kok dengan melindungi kita..tapi sesekali coba tantang dia yaaa.. :)


sedikit curhat..
dan tibalah saya untuk mengikhlaskan diri saya,,untuk menunda idealisme saya menjadi dokter secepat mungkin ,,karena menjadi dokter bukan cita2 saya (masak cita2 kok gampang dan pendek), melainkan menjadi dokter adalah idealisme saya. karena saya bisa berbagi dan mengabdi kepada masyarakat dengan baik apabila menjadi dokter. sementara cita2 saya adalah membuat satu juta keluarga miskin di Indonesia menjadi sehat, sejahtera dan bahagia. dan itu tidak mungkin bisa saya lakukan kalau saya hanya menjadi dokter " biasa",,Saya harus jadi PENGUSAHA !!

dan saran saya, sekedar saran sih, namanya juga saran..
lebih baik kaya dan sejahtera dulu sebelum jadi dokter, agar lebih ikhlas dalam mengabdi kepada masyarakat (ini saran untuk yang dulu pengeeeeeennnnn banget jadi dokter agar bisa mengabdi kepada masyarkat),,

tapi jika keluarga kalian sudah KAYA, ya monggo, segeralah lulus dengan cepat dan jadilah dokter yang HEBAT BAGI MASYARAKAT. :)

Jumat, 13 Januari 2012

Mitos Bank di benak Pengusaha



Banyak di kalangan pengusaha muslim yang percaya mitos, celakanya mereka menganggap mitos tersebut adalah fakta dan realita yang sebenarnya. Padahal mitos tersebut dapat membahayakan diri dan keluarganya.

Salah satunya adalah mitos tentang Bank, pengusaha muslim terpengaruh dengan propaganda kapitalisme yang menyatakan “Bisnis tidak akan maju tanpa ‘bantuan’ Bank”. Mitos seperti ini sangat berbahaya bila dianggap sebagai realitas yang benar, karena dapat menjatuhkan diri seorang pengusaha pada perbuatan haram.

Benarkah Bisnis Membutuhkan “Bantuan” Bank ?

Kesalahan pertama dari mitos ini adalah Bank tidak memberikan bantuan melainkan ia sedang berbisnis dengan Anda dengan sistem ribawi yang sangat dilarang dalam Islam. Dosa paling ringan dari riba adalah seperti menzinahi ibunya sendiri, Rasul SAW bersabda :

Riba itu memiliki 73 pintu. Yang paling ringan (dosanya) adalah seperti seseorang yang menzinahi ibunya. (HR al-Hakim dan al-Baihaqi).

Karena bisnis, maka bank menentukan kriteria yang bisa menerima pinjaman, yakni pengusaha dengan usaha yang “bankable”. Bank tidak akan memperhatikan usaha-usaha yang tidak layak atau yang tidak memberi keuntungan cukup. Oleh karena itu sangat jarang bank mau berbisnis dengan pengusaha pemula.

Saat pengusaha baru mulai berbisnis jarang bank mau memberi “bantuan” keuangan, dibutuhkan waktu minimal 3 tahun karena bank biasanya meminta laporan keuangan perusahaan selama 3 tahun terakhir. Jika suatu bisnis mampu bertahan 3 tahun bahkan meningkat penghasilannya, menunjukan bahwa bisnis ini sudah benar berjalan. Pengusahanya pun sudah memiliki pemahaman dan pengalaman mengelola usahanya tersebut.

Sayangnya karena ada mitos bahwa untuk maju harus dengan “bantuan” bank, pengusaha yang sudah berhasil membesarkan usahanya ini seperti kerasukan setan dan kehilangan kewarasannya dengan memilih jalan haram.

Bank bukanlah kantung ajaib yang menjamin apa yang kita inginkan pasti terjadi. Sekalipun sudah mendapatkan pinjaman dari bank, pengusaha tetap harus bekerja keras, tekun dan senantiasa mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi, namun kali ini tanpa keberkahan dari Allah SWT. Sebagaimana hadits Rasul SAW.

Dari Abu Hurairah RA dia berkata: Rasulullah SAW bersabda:

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya Allah Ta’ala memerintahkan kaum mukminin dengan perintah yang juga Dia tujukan kepada para rasul, “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mukminun: 51)” dan Dia juga berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah. (QS. Al-Baqarah: 172)”

Kemudian beliau menyebutkan seseorang yang letih dalam perjalanannya, rambutnya berantakan, dan kakinya berpasir, seraya dia menengadahkan kedua tanganya ke langit dan berkata, “Wahai Rabbku, wahai Rabbku.” Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dia diberi makan dari yang haram, maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan. (HR. Muslim).

Tak berbilang jumlahnya, pengusaha yang bangkrut walaupun sudah mendapat pinjaman bank. Bahkan setelah bisnisnya hancur iapun harus merelakan hartanya disita, guna melunasi hutangnya kepada bank.

Memang ada pengusaha yang bisnisnya semakin mencorong setelah mendapatkan pembiayaan dari bank, namun kesuksesan tersebut hakekatnya tidak ada artinya karena seumur hidup ia akan mendapat stempel di dahinya sebagai “Pengusaha Muslim Sukses Dengan Cara Haram”. Status yang seharusnya membuat ia malu bukan bangga, apalagi di akherat nanti menunggu adzab yang pedih.

Jika sama-sama harus bekerja keras, tekun dan kreatif mengapa tidak memilih berbisnis dengan cara yang sesuai dengan syariat Islam saja. Sehingga kesuksesan yang diraih akan dipenuhi keberkahan dari Allah SWT dan yang lebih penting kita telah menyelamatkan diri dan keluarga dari api neraka. Allah SWT berfirman :

“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu” (QS. Attahrim [66] : 6). (hidupberkah.com)

PENCARIAN