Tampilkan postingan dengan label BISNIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BISNIS. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Maret 2012

IDE DANUS OSMARU




Malam ini saya ingin berbagi sebelum saya lupa..saya  ingin menuliskan ide ini siapa tahu saja bisa menjadi trigger atau penggerak untuk merealisasikan ide ini..
bagi saya blog seperti pensieve bagi Dumbledore,tempat kita menaruh benang2 ingatan kita agar bisa dibuka kembali di masa depan (asal gak rusak aja servernya..)

Kembali ke judul di atas, saya ingin berbagi ide yang tiba2 terpikirkan atas dasar pengalaman yang saya alami selama dua minggu an ini,
diawali dari kisah saya pribadi, selama dua minggu ini saya keliling kota Solo untuk mencari rumah tinggal, tapi ternyata tidak ada yang rumah yang cocok bagi saya, (tidak cocok uangnya), akhirnya saya memutuskan untuk mengontrak terlebih dahulu hingga saya jadi dokter (keputusan berisiko dan gilaa menurut kebanyakan orang).

dan akhirnya selama putar2, dapatlah saya tempat kontrakan di dekat kampus saya, sekaligus dekat pula dengan rumah sakit tempat saya koas (tahun depan),, dari sinilah pengalaman saya bertambah, saya banyak belajar mengenai dunia properti selama mencari rumah ini,,
saya tahu harga pasaran tanah di beberapa wilayah di kota Solo, saya juga paham bagaimana cara makelar menjualkan tanah/rumah, dan saya juga akhirnya membeli buku properti karya pak Cipto Junaedi (yang ternyata isinya iklan semua), tapi saya semakin tertarik dengan bidang usaha properti.
Nah ternyata. sebagai mahasiswa, kita bisa lho belajar properti kecil2an, salah satunya adalah menjadi broker/makelar. Karena dengan menjadi makelar, kita sudah belajar langsung bagaimana cara mendapatkan informasi, memberikan informasi, lalu menjualkannya tanpa resiko yang besar. Nah, hal yang paling sering kita jumpai di daerah perkampusan tentu saja adalah KOS-KOS an. Karena KOS adalah salah satu bentuk dari usaha properti. Jika saya punya uang, saya pun juga ingin membeli lahan di daerah kampus untuk dijadikan KOS, jangan malah beli HP gonta ganti atau mobil dibanyakin.

Nah inilah idenya, saya tiba-tiba terpikir, bahwa KOS paling laris selama penerimaan mahasiswa baru, dimana banyak mahasiswa baru datang dan mencari tempat kos di daerah tersebut. dan yang paling membutuhkan uang pada saat ini tentunya adalah PANITIA OSPEK. dari sinilah, panitia Dana Usaha ospek saya katakan "menjadi makelar KOS"

Saya tahu, ini bukan ide baru, bukan pula ide yang fantastis, namun ide ini realistis. Mungkin banyak mahasiswa yang menjadi makelar kos dengan menawarkan info kos nanti diberi komisi dari Ibu pemilik Kos. tapi jarang sebuah kepanittiaan memikirkan rencana usaha ini. Karena terbukti sebagian anak danus masih memikirkan rencana konvensional seperti dengan memalak panitia untuk membeli kaos atau merchandise (padahal udah capek jadi panitia, suruh bayar lagi,,ya gpp sih, itung2 dapat ilmu,tapi ya kalau dapet)) atau mencari sponsor ke perusahaan-perusahaan (padahal kotanya kecil, dan setiap fakultas atau prodi bersaing untuk mendapatkan sponsor)

tapi ide diatas wajib dilakukan, menurut saya itu plan yang mudah dijalankan, namun jika kita sedikit think out of the BOX, kita mungkin akan terpikir ide-ide aneh seperti ide saya ini..

kembali ke MAKELAR KOS..

Nah, saya sempat survey tuh ke belakang kampus saya di UNS, dan berhenti pada sebuah rumah KOS yang ada ruko/garasi toko nya juga, kemudian iseng seolah-olah pingin ngontrak saya hubungi yang punya, kemudian ketemu dan saya masuk dan melihat rumah kos tersebut. 
Isi kos tersebut ada 10 kamar, plus 1 ruko.(kalau gak salah 10 kamar atau lebih malah)...
lokasi tempat kos ini begitu strategis, yakni di jalan ngoresan sebelum ass-gross.yap, tepat di jalan besar itu tempat lalu lalang mahasiswa ramai tiap harinya.

kemudian saya tanya sama yang punya, berapa ini pak kalau saya kontrak semua (sok nanya),kemudian bapak nya menjawab kalau ambil semua ya 30 juta mas.kalau mau garasi toko nya saja, bisa 9 juta. tapi ya masih bisa dinego mas.,,

Waoow, mahal juga ya..
Kemudian saya rinci dan menghitung (pekerjaan yang paling saya suka)
30 JUTA : 10 kamar plus garasi toko.

kalau saya jual per kamar 2,5 juta
kemudian ruko nya 10 juta 
maka saya dapat uang : 2,5 x 10 = 25juta + 10 juta = 35 juta.
padahal tadi modal 30 juta masih bisa dinego sama bapaknya, dan harga kamar untuk lokasi senyaman itu,,saya berani jamin sangat nyamaann!!  masih bisa dinaikkan sampai angka 3 juta.
kemudian ruko nya juga bisa dinaikkan sampai 12-15 juta, saya jamin sangat strategis tempatnya..

wah, saya hitung2, lumayan juga dapat 5juta minimal..

Nah, dari sini saya terpikirkan, kenapa tidak panitia osmaru jadi makelar jasa kos saja. kan lumayan tuh dapat 5 juta,syukur2 bisa jadi 10 juta.
Nah, yang perlu dipikirkan adalah, bagaimana cara bernegosiasi dengan pemilik KOS, agar kita juga tidak berisiko membeli nya dulu baru menawarkan nya kembali (ada caranya kok ;)
terus bagaimana caranya membuat KOS ini menjadi laku.
tentu dengan menjadi panitia osmaru/ospek. Otoritas dan kepercayaan lebih tinggi, saya yakin akan laku jika KOS ini ditawarkan ke adik2 MARU,
Tinggal pintar2 promosi saja, 
berikan juga nilai tambah, karena kita tidak semata mencari untung saja.
contoh nilai tambah,,

Di kos ini, menyediakan PERPUSTAKAAN KEDOKTERAN,(karena saya anak kedokteran), jadi bisa dibuat belajar bareng teman satu kos, belikan saja buku2 kedokteran second , tapi yang penting dan bermanfaat buat adik2 nya...asik kan tuh, ngekos murah dapat buku gratisan lagi,,,terus ide lain ya bisa dikembangkan sendiri lahh...

Nah, itu lah sekelumit ide aneh saya, 
saya sangat senang jka ada yang pingin merealisasikannya 
kalau berhasil hubungi saya yaa.. :D


nb : jika tertarik sama lokasi diatas, hubungi saya :D
--------------------








Sabtu, 24 Maret 2012

NO EXCUSE

Sudah lama saya tidak membuat postingan artikel, rasanya blog ini jadi sepi sekali,,,,tapi ya memang begitu adanya,karena saya belum berniat untuk mengembangkan blog ini lebih lanjut, melainkan hanya sebagai selingan saja..

kembali saya ingin sharing mengenai motivasi menjadi Wirausaha,, saya masih merasa tidak pantas sebenarnya membuat artikel ini, apalagi kalau disuruh menjadi pembicara di bidang wirausaha atau bisnis,
MENGAPA ??
karena saya ini sebenarnya belum punya bisnis, hanya teori doank , kalau pun bisnis, ya bisnis kecil-kecilan, yang paling mudah adalah menjadi broker atau proyek tertentu,, belum bisnis yang benar2 bisnis menurut saya, menurut saya lho yaa...
karena yang saya anggap bisnis yang sejati itu adalah sebuah usaha yang dilandasi dengan plan dalam jangka panjang, dengan modal yang sudah direncanakan, dan memiliki sebuah sistem yang mengaturnya. dan selama ini bisnis yang saya lakukan adalah dalam rangka mengumpulkan modal sekaligus sebagai sarana belajar saya untuk memulai bisnis yang sejati itu,

MODAL? ya benar, saya sedang dalam masa mengumpulkan modal untuk memulai bisnis yang lebih besar, Namun kenyataan yang terjadi adalah bisnis kecil2 yang saya mulai ini kadang untung kadang rugi, kalau untung banyak pun, akhirnya habis buat beli buku, byr spp, beli hp, dsb..hingga akhirnya saya tidak pernah bisa mendapatkan modal yang saya inginkan itu..

Hingga akhirnya, sampai pada beberapa bulan ini, saya terkena musibah (maslah keluarga) yang membuat saya bersedih namun juga bersyukur,,ya, saya bersyukur karena tiba2 muncul modal 100 juta di depan saya,,tapi ni modal bukan sembarang modal, karena ini modal hidup mati saya dan keluarga saya di masa depan nanti.
Sampai di sini akhirnya masuk ke tema judul artikel ini, "NO EXCUSE"
Begitu mendapatkan modal segitu untuk usaha, kemudian otak saya langsung berpikir cenat-cenut, saya gunakan untuk usaha apa ya?? puter sana puter sini, cari sana cari sini, saya jadi semakin bimbang untuk menggunakan uang ini dalam bentuk usaha apa..saya browsing internet mengenai peluang usaha yang paling tepat,,saya buka website waralaba, memilih -milih waralaba yang cocok, kemudian saya buka website alat-lat industri, pengen rasanya punya pabrik sendiri, sampai akhirnya saya buka halaman demi halaman yellow pages untuk mendapatkan inspirasi bisnis...

dari sinilah saya memahami makna dari para senior entrepreneur, bahwa modal uang hanyalah ALASAN bagi seseorang untuk memulai usaha,
ketika orang ditanya, mengapa kamu tidak segera membuka usaha?jawabnya, "belum ada modal Pak!", atau "modalnya tidak cukup Pak"..
Namun ketika giliran tiba2 disodorkan uang dalam jumlah besar, "Nih buat Usaha",, baru deh kelimpungan, "buat apa ya, buat apa ya". 

ini membuktikan uang bukan alasan untuk kita memulai usaha, dengan adanya uang ditangan pun, belum tentu seseorang bisa langsung membuka usaha.
bener kan? coba deh kalau tiba2 hari ini anda dapat uang 20 juta aja, apakah anda sudah siap merencakan usaha anda?
Saya yakin sebgian besar dari kita tidak siap, membayangkan sebuah bisnis saya belum,,apalagi merencanakan, ya kan? :)

tentulah, MODAL PALING AWAL ADALAH NIAT DAN TEKAD, modal yang lain pasti akan ngikut dengan sendirinya,, itu pasti...
Setidaknya dari sini, saya berani menasihati karena saya sudah merasakan nya sendiri, bahwa jangan pernah beralasan memulai bisnis karena modal, karena terbukti itu hanya alasan kita saja teman2..YAKINLAH..
kalau belum ada waktu? silakan dijawab sendiri, manusia akan terus sibuk, dan baru ada waktu kalau sudah di kuburan (kata dokter Aan),,hehe..pokoknya saya berani jamin, ketika kita memiliki niat untuk berbisnis, pasti lah selalu ada bisikan2 setan untuk menunda, untuk membayangkan yang tidak2, untuk membuat ragu, dsb..
sebenarnya itu bukan bisikan setan, otak kita memang disetting untuk selalu berasa dalam kondisi aman, dan berbisnis dinilai oleh otak kita sebagai hal yang tidak aman, sehingga wajarlah bila otak secara otomatis menghalangi pencapaian itu... berterima kasihlah pada otak, dia berniat baik kok dengan melindungi kita..tapi sesekali coba tantang dia yaaa.. :)


sedikit curhat..
dan tibalah saya untuk mengikhlaskan diri saya,,untuk menunda idealisme saya menjadi dokter secepat mungkin ,,karena menjadi dokter bukan cita2 saya (masak cita2 kok gampang dan pendek), melainkan menjadi dokter adalah idealisme saya. karena saya bisa berbagi dan mengabdi kepada masyarakat dengan baik apabila menjadi dokter. sementara cita2 saya adalah membuat satu juta keluarga miskin di Indonesia menjadi sehat, sejahtera dan bahagia. dan itu tidak mungkin bisa saya lakukan kalau saya hanya menjadi dokter " biasa",,Saya harus jadi PENGUSAHA !!

dan saran saya, sekedar saran sih, namanya juga saran..
lebih baik kaya dan sejahtera dulu sebelum jadi dokter, agar lebih ikhlas dalam mengabdi kepada masyarakat (ini saran untuk yang dulu pengeeeeeennnnn banget jadi dokter agar bisa mengabdi kepada masyarkat),,

tapi jika keluarga kalian sudah KAYA, ya monggo, segeralah lulus dengan cepat dan jadilah dokter yang HEBAT BAGI MASYARAKAT. :)

Selasa, 20 September 2011

Bagaimana Menjual Kepada Orang Berkepribadian Berbeda

Hadapilah kenyataan bahwa pelanggan Anda adalah individu yang merdeka dan berbeda dari Anda. Sayangnya banyak entrepreneur belum sepenuhnya memahami hal ini.



Pelanggan tidak memiliki dasar-dasar teknis, semangat, dan minat dalam solusi yang Anda tawarkan. Ada baiknya setiap usaha rintisan lebih memperhatikan lagi bagaimana mereka berkomunikasi dan menata upaya pemasarannya.

Berdasarkan pada kebiasaan, orang memasarkan produk atau jasa ke pasar seperti kepada diri mereka sendiri karena mereka mengetahui apa yang mereka butuhkan dan sukai. Tantangannya ialah menarik pelanggan yang lain dari diri Anda karena itu tidak bisa dilakukan secara intuitif. Dibutuhkan kejelian, kecerdasan dan kerja keras untuk bisa menarik perhatian pelanggan yang berkepribadian berbeda.Kelly McDonald yang mengelola perusahaan yang tengah bergulat dengan perubahan, termasuk semua usaha rintisan. 

Berikut ialah beberapa rekomendasi Kelly McDonald dalam bukunya:
  1. Keluar dari “zona nyaman” pemasaran. Dulu mungkin Anda cenderung melakukan upaya pemasaran yang lebih ‘cuek’. Cukup sebarkan selebaran atau pasang iklan di surat kabar dan berdoa semoga akan ada lebih banyak pelanggan baru datang menghampiri. Pendekatan yang jauh lebih efektif ialah “narrowcasting” (kebalikan dari “broadcasting”). Pelajari audiens yang Anda bidik, dan berkomunikasilah dengan mereka lebih sering, lebih relevan dan lebih bervariasi.
  2. Kenali pelanggan yang seharusnya Anda dapatkan tetapi gagal: Jangan biarkan bias personal atau prasangka membimbing Anda.  Pelajari literatur atau sumber-sumber apapun tentang watak konsumen ini. Hadiri acara-acara, pertemuan, dan perkumpulan yang sering diikuti pelanggan potensial Anda. Amati mereka dan berbincang-bincanglah dengan mereka yang hadir. Jangan lupa untuk bertanya tentang apa yang mereka inginkan dan butuhkan.
  3. Siasatilah produk atau jasa yang ditawarkan: Proses ini sendiri menyampaikan pengesahan bahwa Anda secara aktif menjangkau keluar. Dikatakan, “Saya melihat Anda, menghargai Anda, dan menginginkan Anda.” Orang akan membayar harga mahal untuk apa yang mereka inginkan jadi Anda harus menyesuaikan diri dengan baik dan menghubungkan penawaran Anda dengan prinsip, kebutuhan dan keinginan mereka.
  4. Jadikan penjualan dan layanan pelanggan lebih ramah: Hal-hal kecil membuat perbedaan besar jadi Anda harus menyesuaikan kemudahan operasional Anda dan mendukung segmen pelanggan baru ini. Mungkin kantong belanja Anda harus diperbaiki atau karyawan Anda membutuhkan busana kerja yang lebih layak. Jangan lupa untuk menunjukkan rasa hormat terhadap budaya asing, prinsip budaya lain, bahasa asing, dan hal-hal yang disukai dan kurang disukai dalam sebuah budaya.
  5. Kembangkan pesan marketing berdasarkan prinsip mereka: Pastikan pesan Anda memiliki relevansi dengan target pelanggan baru Anda dan pesan itu harus otentik dan tulus. Pastikan pesan itu sesuai dengan kehidupan dan gaya hidup mereka. Sembari Anda terus memahami bahasa lain, jangan hanya menerjemahkannya tetapi juga mempelajari budayanya.
  6. Gunakan teknologi untuk mencapai calon pelanggan potensial: Setiap orang harus memiliki sebuah situs yang lengkap, menarik dan mudah digunakan. Ciptakan dan pelihara database Anda sendiri dari prospek yang dibidik dan jangan hanya mengandalkan daftar email generik untuk pemasaran. Gunakan jejaring sosial, optimisasi mesin pencari (SEO), blogging dan media bergerak (mobile media). Ini akan mengalahkan rumor negatif yang berkembang.
  7. Hadapi secara proaktif dengan ‘penentang’: Saat Anda berekspansi dalam pasar, bertindaklah untuk meminimalkan umpan balik negatif  dari pelanggan utama dengan menjelaskan apa yang Anda lakukan, motivasi Anda, dan mengapa itu baik untuk semua pihak. Anggota tim harus memahami pula dengan baik apa yang Anda harapkan dari diri mereka.
Satu cara yang bisa dilakukan  untuk mendapatkan pelanggan baru yang lain dari Anda ialah segmen generasi tertentu yang berada di luar pengalaman Anda selama ini. Anda secara pribadi tidak bisa berada dalam 5 segmen inti (generasi manula, paruh baya/ baby boomers, gen X, gen Y, gen Z). Setiap segmen itu memiliki minat dan watak berbeda, kebiasan belanja yang unik dan prioritas yang lain. Fokuslah pada yang terpenting dan perluas setelahnya.

Kemudian ada segmen lain seperti wanita-pria, budaya tiap negara di dunia, dengan lebih banyak ras, keyakinan dan pandangan politik. Tentunya sebagian besar pasar potensial Anda berbeda dari kepribadian Anda. Tidak pernah terlalu awal untuk mulai mengejarnya. Keberhasilan bisnis jangka panjang Anda tergantung padanya. (*/Akhlis)

Sabtu, 17 September 2011

The Benefit Of Networking


Salah satu karakteristik paling umum dari orang-orang yang berhasil adalah mereka secara terus menerus mengembangkan networking (sistem jaringan hubungan) dengan berbagai macam orang dari berbagai kalangan. Mereka tahu bahwa semakin banyak orang yang mereka kenal, dan mengenal mereka, semakin banyak keberuntungan dan kesempatan yang akan mereka miliki. Mereka mengambil setiap kesempatan untuk membuat jaringan dengan orang lain dan memperluas jaringan kontak mereka dalam semua bidang kehidupan yang menurut mereka penting.
Memiliki networking yang luas memiliki sejumlah besar manfaat, terutama dalam mencapai sasaran-sasaran yang besar. Bila Anda memiliki sejumlah sasaran dan impian besar tentang apa yang ingin Anda capai, maka kekuatan networking cocok bagi Anda. Selain itu networking juga akan berguna dalam pencapaian Anda seperti dalam hal bisnis, promosi, karir, sosial, informasi, referensi, transaksi, support,partnership dan berbagai hal lainnya. Makanya ada istilah yang mengatakan bahwa:
NO NETWORKING = NOT WORKING
Artinya tanpa jaringan hubungan Anda akan sulit meraih keberhasilan dalam bidang pekerjaan Anda. Karena beberapa orang yang ada di dalam jaringan Anda selalu berpotensi mendatangkan benefit bagi Anda.
Tahukah Anda bahwa fakta menunjukkan……
  • Sebuah referensi dapat memberikan hasil lebih dari 80 persen dibandingkan dengan sebuah panggilan telepon yang dilakukan secara acak.
  • Sekitar 70 persen dari seluruh pekerjaan diperoleh melalui jaringan.
  • Kebanyakan orang yang Anda jumpai setidaknya mempunyai 500 kontak yang dapat dihubungi.
  • Siapa pun orang yang ingin Anda jumpai atau hubungi hanya berjarak sekitar 6 orang jauhnya dari posisi Anda.
Anda dapat memperluas networking Anda dengan bergabung dalam:
  • Klub Bisnis
  • Klub Olahraga
  • Kegiatan keagamaan
  • Organisasi masyarakat
  • Komunitas Hobi
  • Arisan
  • Acara pesta
  • Situs jaringan sosial (Facebook, Friendster, Twitter, Mailing List)
Intinya untuk memperluas network Anda, mulailah berkenalan dengan lebih banyak orang baru. Mungkin Anda perlu keluar rumah dan menemui lebih banyak lagi orang lain. Semakin banyak orang yang Anda kenal dan yang mengenal Anda secara positif, semakin besar kemungkinan Anda akan mengenal orang yang tepat pada saat yang tepat karena alasan yang tepat untuk mendapatkan keuntungan dan kesempatan yang tepat. Pintu akan selalu terbuka bagi Anda, memungkinkan Anda untuk berkembang dan memperbaiki setiap bagian kehidupan Anda.
Orang-orang yang Anda kenal, dan yang mengenal Anda memiliki pengaruh yang paling besar dalam menentukan pencapaian kesuksesan, kebahagiaan, dan tingkat keberhasilan Anda dalam hidup, jika dibandingkan dengan faktor-faktor yang lain. Ingat bahwa tidak ada seorang pun yang akan mampu mencapai seuatu yang  berarti di dunia ini karena hasil kerjanya sendiri.

Kamis, 15 September 2011

Multi Level Marketing vs Skema Piramid



Belum lama ini beredar berita buruk. Ribuan orang kehilangan jutaan rupiah, karena bergabung dengan perusahaan yang berkedok multi level marketing (MLM). Padahal, perusahan itu berskema piramid. Skema piramid tersebut karena sejumlah orang yang ada di posisi terbawah dari piramid membayarkan sejumlah uang kepada mereka yang di atas. Setiap anggota baru membeli kesempatan untuk sampai ke posisi teratas, serta mendapatkan keuntungan dari orang lain yang bergabung kemudian. Setelah berhasil mendapatkan banyak anggota satu demi satu anggota mulai merasa dirugikan. Ketika para anggota menarik diri, dan meminta uangnya kembali, ternyata, perusahaan tak sanggup membayarnya. Karena itu, agar tidak tertipu, perlu Anda ketahui beberapa hal mengenai skema piramid.
  • Mereka pecundang: Skema piramid dapat dilihat berdasarkan perhitungan matematis sederhana; sejumlah pecundang membayar kepada sedikit pemenang.
  • Mereka adalah penipu: Peserta skema piramid, sadar atau tidak, menipu orang yang mereka rekrut. Seandainya system itu mereka jelaskan secara jujur, tentu hanya sedikit yang mau bergabung.
  • Mereka Ilegal: Ada resiko bahwa operasi system piramid itu ditutup oleh aparat, bahkan pesertanya ditangkap.
Yang jelas, inilah srigala berbulu domba. Supaya terlihat sebagai perusahaan MLM, system piramid memasarkan rangkaian produk tertentu, dan menyatakan produk itulah yang menjadi objek bisnisnya. Padahal, upaya memasarkan produk sangat kecil atau bahkan tidak ada sama sekali. Sebaliknya, mereka menciptakan uang melalui perekrutan. Yaitu, para distributor baru dipaksa membeli sejumlah produk yang mahal ketika menandatangani formulir keanggotaan. System piramid seringkali memilih produk yang mudah diproduksi, namun tidak memiliki nilai jual, seperti obat mujarab, pengobatan eksotis, dan lain-lain. Inilah yang menyulitkan untuk menjelaskan apakah produk ini benar-benar memiliki pangsa pasar. Perbedaan lainnya ialah skema piramid mencari uang dari Anda. Sebaliknya, perusahaan MLM mencari uang bersama Anda, saat Anda (dan distributor lain) mengembangkan bisnis dengan menjual produk.
Agar tidak tertipu, maka sebelum Anda bergabung dengan suatu perusahaan , selidikilah secara hati-hati. Tanyakanlah tiga pertanyaan ini kepada diri sendiri:
  • Berapa banyak biaya yang perlu Anda bayar untuk menjadi distributor? Apabila biayanya terlalu besar, hati-hati ! Sebab, biaya awal pada persahaan MLM umumnya relatif kecil. Bahkan, perusahaan biasanya memberikan kemudahan. Sebaliknya, system piramid memperoleh keuntungan hampir semuanya dari cara menarik anggota. Karena itu, biaya untuk menjadi distributor umumnya cukup tinggi.
  • Apakah Perusahaan akan membeli kembali produk yang tidak terjual ? Apabila produk Anda yang tidak terjual harus tertimbun, waspada! Perusahaan MLM biasanya akan membeli kembali produk yang tidak terjual apabila Anda memutuskan untuk meninggalkan bisnis tersebut dalam tenggang waktu tertentu.
  • Apakah produk-produk itu dijual kepada konsumen? Bila jawabannya tidak, tinggalkan saja ! Sebab, ini adalah faktor kunci. System pemasaran MLM (sebagaimana system penjualan yang lain) tergantung penjualan kepada konsumen, serta pembinaan pangsa pasar. Karena itu dibutuhkan produk berkualitas dengan harga bersaing. Sebaliknya, system piramid tidak menitikberatkan penjualan kepada pemakai langsung. Keuntungan diperoleh melalui penjualan produk kepada anggota baru, bukan karena berguna atau harganya menarik, namun karena mereka harus membeli produk untuk berpartisipasi.
Bentuk usaha dengan skema piramid ini dapat muncul kapan saja, di mana saja, dengan nama yang menarik dan berbeda-beda. Alasannya, tak lain agar terlihat menyerupai usaha multi level marketing (MLM), sehingga lebih banyak lagi orang terpikat ikut serta. Pada tahun 60-an, usaha dengan skema piramid ini mulai ada di Amerika, seperti KosKot, Bestiline, Nutrabio, Dare-to-be-Great, dan lain-lain. Cara yang dilakukan saat itu adalah dengan system surat berantai. Semakin lama, semakin banyak pihak yang memanfaatkan kesempatan ini, Mereka menciptakan berbagai bentuk usaha baru yang sejenis, dengan nama yang bermacam-macam. Tetapi tujuannya hanya satu, yaitu menguntungkan segelintir orang, namun merugikan banyak orang. Salah satu bentuk usaha tersebut, yang juga perlu diketahui dan diwaspadai adalah system binary. Bentuk usaha ini merupakan hal yang relatif baru dalam skema pemasaran. Di dalam system ini, setiap peserta hanya diharuskan mendapatkan dua orang yang menjadi downline. Kemudian, dua orang itu pun mempunyai beban yang sama, yaitu juga mendapatkan dua orang untuk menjadi downline. Demikian seterusnya, hingga beberapa tahap ke bawah dengan cara yang sama. Walaupun system binary merupakan bentuk yang relatif baru dalam skema pemasaran, tetapi terdapat beberapa kemiripan dengan system piramid, yaitu:
  • Mengharuskan anggota untuk mendapatkan hanya dua orang downline
  • Memfokuskan pada perekrutan daripada penjualan produk
  • Tidak memiliki kebijakan uang kembali
  • Produk berkualitas rendah
Makin lama, semakin banyak jenis-jenis usaha berkedok MLM bermunculan, dan semakin banyak pula anggotanya yang dirugikan. Untuk melindungi masyarakat, maka telah dibuat suatu perundang-undangan antipiramid yang dikeluarkan pertama kali di Negara Bagian California. Hal ini kemudian diikuti oleh seluruh negara bagian Amerika Serikat dan Kanada. Merasa mendapatkan hambatan di Amerika, tempat munculnya usaha ini pertama kali, maka skema piramid dan binary mulai menyebar ke Amerika Serlan, Eropa, dan Asia. Di Jepang, usaha model demkian dikenal sebagai "Klub Tikus". Hal-hal yang dibatasi oleh pemerintah di negara-negara tersebut adalah:
  • Jumlah inventori yang disesuaikan
  • Kompensasi yang dibayarkan hanya hasil penjualan produk, bukan dari hasil merekrut orang lain.
Di Indonesia, hingga kini, belum ada undang-undang yang membatasi praktek usaha-usaha seperti di atas. Padahal, sekarang telah banyak bermunculan model-model usaha yang kerap mengaku sebagai usaha MLM, tetapi nyatanya adalah jenis usaha yang pasti nantinya akan merugikan banyak orang. Dengan demikian semakin banyak pula pihak yang mendompleng nama besar MLM. Karena itu, kita dituntut tetap jeli, peka, dan waspada, sehingga mampu menyeleksi apakah usaha yang ditawarkan pada kita adalah murni suatu bentuk MLM, atau sebaliknya, hanyalah usaha berskema piramid yang berkedok MLM. Penting juga untuk dipahami bahwa prinsip umum MLM yang sah adalah: Semua anggota memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan keuntungan dari penjualah produk atau servis, sedangkan dalam system piramid atau binary, orang terakhir yang bergabung memiliki peluang kecil, bahkan tidak ada sama sekali peluang untuk mendapatkan keuntungan.

Selasa, 13 September 2011

4 Modal Menjadi Entrepreneur (Ternyata Bukan Uang)


Inspirasi dari Entrepreneur





Laporan oleh Hayat Mansur
Walau banyak kasus korupsi dan persoalan lainnya, ekonomi negara kita bisa tetap berjalan. Ini tentu saja berkat ada penggerak-penggerak di masyarakat yang tidak tergantung pada peraturan dan pemerintah. Mereka yang jarang diketahui orang ini disebut entrepreneur. Ini beberapa dari mereka dan upaya yang telah dilakukan untuk menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita.
Wimar’s World Rabu malam (28/3) menghadirkan tiga orang entrepreneur yaitu Bob Sadino (pemilik supermarket Kem Chicks), Hadrijanto Satyanegara (PR Manager Patrakom), dan Fred Hehuwat (salah satu pendiri Yayasan ASHOKA Indonesia). Mereka adalah orang-orang yang tidak putus asa bahkan bersemangat dan memberi contoh kepada kita. Berikut potongan percakapan mereka dengan Wimar Witoelar.
Empat Modal Entrepreneur
Wimar: Katanya, Anda dulu pelaut, lalu bagaimana Anda bisa sampai menjadi entrepreneur dengan membuka supermarket?
Bob: Sederhana saja. Saya dulu bekerja di negeri Belanda dan berkeliling Eropa. Ketika kembali ke Indonesia, saya melihat telor di sini berbeda dengan telor yang saya lihat di Eropa.
Wimar: Apa bedanya?
Bob: Beda bentuknya. Jadi, saya meminta orang mencari ayam yang bisa bertelor.
Wimar: Apakah saat itu Anda sudah ahli ayam atau telor?
Bob: Salah satu faktor saya menjadi seperti saat ini karena saya beruntung tidak mengetahui apa-apa.
Wimar: Apakah Anda mempunyai banyak teman di bank yang bisa menyediakan modal?
Bob: Bank hanya untuk menabung saja
Wimar: Jadi tidak betul orang membutuhkan modal untuk membangun usaha baru.
Bob: Apa pengertian modal itu? Banyak orang hanya menterjemahkan modal itu hanya benda yang bisa dilihat dan dihitung saja, pokoknya uang. Sebetulnya ada modal yang tidak bisa dilihat. Ini modal pegangan bagi seseorang untuk menjadi entrepreneur yaitu,
  1. Harus mempunyai kemauan
  2. Tekad yang bulat
  3. Keberanian mengambil peluang. Ada sejuta peluang di luar sana termasuk di dalam badan kita sendiri
Wimar: Bob, saya bertemu banyak sekali orang yang ingin menjadi enterpreuner. Katanya, itu susah sekali karena iklim tidak kondusif, peraturan tidak berpihak pada pengusaha. Bagaimana ini Bob?
Bob: Ketiga faktor tadi belum membuat seseorang untuk masuk menjadi enterpreuner. Faktor keempat adalah Anda jangan cengeng dan tahan banting.
Manfaatkan Teknologi
Wimar: Kita beralih ke Hadrijanto. Perusahaan Anda menyediakan sarana telekomunikasi di perusahaan terpencil. Bagaimana perusahaan Anda bisa berbisnis di daerah terpencil?
Hadrijanto: Kita melihat ada peluang usaha dan keterbatasan saran telekomunikasi terutama di luar Pulau Jawa. Mereka mempunyai kebutuhan dan terkadang mereka memiliki uang. Telekomunikasi itu bukan lagi kebutuhan sekunder tapi sudah primer. Karena itu kita berupaya membantu menyediakan sarana telekomunikasi di daerah terpencil.
Wimar: Berapa banyak dan dimana contohnya?
Hadrijanto: Di Kalimantan Timur seperti di daerah pedalaman Samarinda, Tabang. Kalau sekarang jumlahnya sekitar 150 unit
Wimar: Jadi karena daerah terpencil maka mereka mesti wireless. Jadi dipergunakan satelit.
Hadrijanto: Iya, kita mengadakan warung telekomunikasi satelit (Wartelsat).
Wimar: Kuncinya di sini mahal tapi kok bisa dikerjakan dan orang tidak membayar mahal. Jadi, siapa yang memberikan dukungan sehingga ini tersedia?
Hadrijanto: Sebenarnya yang mendukung itu teknologi. Kita memanfaatkan teknologi yang ada. Kita melakukan rekayasa teknologi di dalamnya sehingga kita bisa. Secara kualitas memang tidak bisa mencapai seperti cyber atau berlangganan, tapi untuk daerah terpencil cukup memadai agar ada sarana telekomunikasi.
Wimar: Apakah investasi itu akan kembali dari sisi uang?
Hadrijanto: Mungkin bukan kembali tapi kita berusaha mencapai break event point saja. Itu sudah bagus.
Wimar: Itu mungkin perbedaannya antara perusahaan tempat Anda bekerja dengan Bob Sadino. Kalau Bob, pure entrepreneur yaitu investasi dan uang kembali. Sedangkan Anda, ada yang investasi dan kembali dalam bentuk menyenangkan masyarakat.
Social Entrepreneur ASHOKA
Wimar: Ini yang ketiga Fred Hehuwat. Dia pada 1983 mendirikan Yayasan ASHOKA Indonesia. Saya tahu karena turut mendirikannya, tapi saya tidak tahu kelanjutannya. ASHOKA memakai konsep social entrepreneur. Apa konsep itu dan apa yang dikerjakan Ashoka saat ini?
Fred: Kalau kita biasanya mengaitkan dengan kegiatan ekonomi. Memang lahirnya istilah social entrepreneur ini dari Ashoka. Kalau kita membandingkan sektor ekonomi dan industri yang perkembangannya sangat maju maka bidang sosial seperti pendidikan dan kesehatan tertinggal. Kalau kita melihat kondisi di Indonesia, kondisi sosial merupakan yang sangat parah. Siapa yang menangani ini? Biasanya kita menggantungkan harapan pada pemerintah. Kita semua tahu pemerintah banyak keterbatasannya. Kalau ini tidak ada jalan pintas yang diciptakan maka keadaannya makin lama makin ketinggalan.
Wimar: Apa orang yang dibina ASHOKA?
Fred: Kita membina orang-orang yang memiliki program-program entrepreneur. Awalnya, seseorang melihat keadaan, mengenal lapangan, mempunyai ide cemerlang, mempunyai kemampuan menyelesaikan masalah, tidak tergantung fasilitas, dan sebagainya, maka ide cemerlang itu akan kita bantu. Kita mencari orang-orang seperti itu.
Wimar: Berapa orang yang sudah dibina sejak 1989?
Fred: Sekarang ada sekitar 140 orang di Indonesia.
Wimar: Ini konsepnya internasional. Kalau dengan contoh konsep internasional, kita mungkin lebih mengerti social entrepreneur itu?
Fred: Kalau kita melihat social entrepreneur yang top adalah Muhammad Yunus dari Banglades dengan program di Grameen Banknya sehingga meraih hadiah Nobel. Idenya itu yang paling unik dan bagus.
Wimar: Kalau saya membaca di brosur Anda, ASHOKA banyak juga bergerak di daerah-daerah. Bagaimana cara mengatasi hambatan-hambatan yang terjadi di sana?
Fred: Saya kira mereka tidak akan menunggu sesuatu tapi melihat keadaan. Kemungkinan-kemungkinannya berbeda. Kendalanya juga berbeda. Jadi mereka sama sekali tidak menunggu sesuatu dari luar. Dari mereka sendiri tumbuh ide, "Oh, keadaannya begini. Ini yang bisa saya lakukan."
Wimar: Bagaimana Anda memilih orang yang akan dibina itu?
Fred: Saya kira kita memang memilah-milah orang terutama berdasarkan penilaian,
  1. Apakah idenya itu baru?
  2. Apakah orang yang melakukan itu, menurut penilaian kami, mempunyai kemampuan?
  3. Bagaimana dampaknya ide tersebut? Kalau dampaknya kecil maka kita tidak tertarik.
Wimar: Kalau Bob Sadino 50 tahun lalu yaitu saat masih remaja, apakah bisa menjadi pilihan ASHOKA? Apakah syarat-syarat yang ada pada diri Bob itu yang dicari ASHOKA?
Fred: Mungkin sifat-sifatnya iya, tapi bidangnya mungkin tidak. Bob tentu ingin berhasil secara komersial, sedangkan yang kita nilai adalah bagaimana dampaknya pada kehidupan sosial.
Alfi (penelpon dari Bekasi): Saya sangat tertarik dengan Yayasan ASHOKA Indonesia. Bagaimana mekanisme kontrol terhadap orang yang didukung sebagai entrepreneur di ASHOKA?
Wimar: Jadi pertanyaannya bagaimana niat baik orang tersebut bisa dikontrol?
Fred: Pertama, kita memiliki jaringan yang cukup banyak sehingga dapat memberi informasi ke kita. Kedua, kita tentu memonitor bagaimana perkembangan selanjutnya dari orang yang didukung. Sesungguhnya ASHOKA sendiri tidak mau banyak mengontrol. Kalau entrepreneur mau berkembang jangan terlalu banyak dikontrol, jadi kita hanya memonitor saja.
Dampak Perubahan Pemerintah
Wimar: Kita telah mengalami perubahan drastis pemerintahan sejak 1998 hingga sekarang. Jika dibandingkan dengan situasi sebelumnya, apakah ada perbedaan perubahan tersebut untuk masing-masing bidang entrepreneur?
Fred: Sangat berbeda. Dulu kita untuk mendirikan ASHOKA harus mengumpet-umpet. Sekarang sangat leluasa
Bob: Iya ada perbedaan. Tapi Saya dari dulu tidak tertarik dengan pemerintah. Saya hanya ingin kami jangan terlalu banyak diatur-atur karena yang tahu mengenai usaha saya adalah saya.
Hadrijanto: Kalau kita melihat lebih baik sekarang karena peraturan pendukungnya jauh lebih baik dan sikap dari teman-teman daerah juga sudah lebih terbuka.

Senin, 12 September 2011

Teknisi - Manager - Entrepreneur



Intisari materi ini diambil dari buku E-Myth, karangan MichaelGerber. Materi dimodivikasi dengan gaya bahasa yang lebih mudah dan sederhana, serta contoh-contoh ala juragan.

Michael Gerber melakukan survei dari 1 juta UKM di US. Berikut datanya...
40% Bisnis jatuh (tutup) di tahun ke 2;
80% jatuh di tahun ke 5;
96% jatuh di tahun ke 10;
Hanya 4% yang mampu bertahan, Kenapa?

Sebelum menjawab, mari kita kenali 3 elemen bisnis dalam diri kita: TEKNISI, MANAJER,ENTREPRENEUR.

TEKNISI (T), "hidup di masa SEKARANG", seperti koki di RM, montir di bengkel, banci disalon. Tanpa T, bisnis tak jalan!
MANAJER (M), "hidup di masa LALU", menganalisa data-data atau laporan, gunamelakukan efisiensi dan menyelesaikan masalah.
ENTREPRENEUR (E), "hidup di masa DEPAN", melihat dan mencari peluang,merencanakan, berkreasi, inovasi, pemimpi!

Ketiga elemen itu ada dalam diri kita sebagai seorang pebisnis, hanya sajaprosentasinya berbeda-beda. Awal berbisnis, mungkin komposisinya T=70%, M=20%, E=10%. Bacalah kisah berikut ini...

Joko adalah seorang montir. Karena keahliannya memperbaiki motor, Joko membukabengkel motor JOKO MOTOR. Apa yang terjadi jika Joko tetap mempertahankan komposisiitu? Apalagi NAMA Joko adalah MEREK dari bengkel tersebut.

Awalnya mungkin Joko bangga karena pelanggan sangat (dan hanya) percaya pada Joko.Jika Joko sakit, pelanggan memilih menunggu. Awalnya mungkin Joko enjoy-enjoy saja,namun setelah 1-2 tahun, mulai kejenuhan itu datang. Bengkel itu adalah Joko! Joko sakit,bengkel sakit. Tak selesai disitu, karena terlalu bangga dengan kemampuan teknis, Jokojadi lupa tentang 'servis'. Tempat tak nyaman, layanan buruk.

Mulailah tetangga samping membuka bengkel serupa. Montirnya mungkin tak sehebatJoko, namun saat Joko sakit, saatnya mereka menyusup. Ternyata not bad juga tuh,apalagi servisnya lebih bagus, ruangan aircon, teh atau kopi gratis. Mulailah pelangganberpaling.

Joko merasa kebakaran jenggot, "Kurang ajar bengkel sebelah, nyerobot pelangganku!".Kafilah tetap berlalu... Sementara Joko masih pede (campur sombong) menepuk dada, "Gak ada montir sebagus gue nih...". Insyaf bro...! Tak berapa lama, bengkel tetanggamembuka cabang di tempat lain, lebih besar, lebih nyaman, lebih komplit alat-alatnya!Branding adalah keterlihatan, makin banyak cabang, makin terlihat. Sementara bengkelJoko hanya 1, tetap kumuh dan arogan.  Bengkel Joko tanya ke orang 'pinter', katanyaditutupi 'makhluk halus'. Ehh... percaya juga! Kemenyan dan sesajipun tetap tidakmempan.

1 tahun 9 bulan 10 hari, TUTUP deh! Dasar nasib Teknisi...

Itulah balada Teknisi yang selalu menepuk dada, tak mau mentransformasi dirinya.Harusnya bagaimana?

Jika Anda mau terhindar dari tragedi teknisi, Anda harus mentransformasi diri Andadari T ke M dan kemudian ke E!

Tidak ada patokan akurat berapa lama harus bertahan di posisi T sebelum pindah keposisi M dan E. Tergantung titik awal masing-masing orang. Untuk pemula, usahakansebelum 2 tahun sudah mulai mengurangi porsi di T dan mulai beralih ke M. Buatlahsistem!

Faktor penghambat seseorang pindah dari T ke M atau E adalah EGO, karena merasatidak ada sepandai dirinya. "Tak ada yang bisa membuat masakan seperti punyaku".Come on sis, pesawat terbang saja sudah bisa dibuat, apalagi sekedar pindang!

Jika dulu Anda berucap, "Kalo gak ada AKU, gak jalan"...

Saatnya berucap,"Kalau gak ada KAMU, gak jalan" --> sambil menepuk bahu Teknisikita. Itulah tahap Manajer

Kalau Entrepreneur? "Aku gak mau tahu, pokoknya harus jalan!" he he he....

Katakanlah di tahun kedua Anda bisa transformasi menjadi 20%T, 50%M, 30%E, itusudah bagus... Caranya? Mulai ikuti training manajemen, delegasikan pekerjaan tekniskepada bawahan Anda yang teknisi.

Di tahun ke 3, 0%T, 20%M, 80%E, kerja Anda bermain golf, ikut pameran, asosiasi, training, membaca tren melalui majalah, networking.

Sekali lagi, tak ada patokan brapa lama Anda harus melakukan transformasi. Resikojika Anda terlalu lambat melakukan transformasi adalah mengalami kejenuhan(kehilangan momentum) dan tak dapat melihat peluang.

Bisakah langsung lompat ke E? Bisa saja, beli franchise yang benar-benar memilikisistem yang sudah stabil atau rekrut orang-orang yang kompeten di bidangnya. Tentusaja semua itu ada harganya.

Sekali lagi, kuncinya ada di EGO dan KESOMBONGAN, termasuk juga KETIDAKPERCAYAANterhadap orang lain!

Teknisi bangga, bisa menyelesaikan masalah sendiri...
Manajer bangga, bisa menyelesaikan masalah melalui orang lain...
Entrepreneur bangga, masalah selesai tanpa ia tahu ada masalah!
sumber:www.yea.com

Sabtu, 10 September 2011

5 MACAM BISNIS BERDASAR CASHFLOW



5 Macam Bisnis berdasar Cashflow
I. Cashflow Harian; segala bisnis yang dibayar tunai, seperti retail, minimarket, Rumah Makan, jual sayur, sewa lapangan futsal, pokoknya cash deh!
II. Cashflow Bulanan; segala bisnis yang dibayar bulanan atau tempo 30 hari, seperti rumah kos, supplier tetap, sekolah, kursus, kreditan, fitness.
III. Cashflow Semesteran; segala bisnis yang dibayar berkala, 3 atau 6 bulanan, seperti tempat bimbingan belajar, kursus.
IV. Cashflow Tahunan; segala bisnis yang dibayar pertahun, seperti deviden, kontrakan, properti, sekolah Taman Kanak-kanak, playgroup.
V. Cashflow Proyek; segala bisnis yang tidak pasti dapat ordernya, dibayar setelah selesai, seperti tender-tender konstruksi, perumahan, pengadaan, EO.
Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Tergantung starting point dan kemampuan permodalan Anda. Jika modal Anda cekak, jaringan belum kuat, mainkan cashflow harian atau bulanan. Margin kecil, yang penting perputaran cepat!!!
Menurut Anda, bagus mana margin 3% dengan 30%? Tergantung
cashflow-nya!! Misal modal Anda hanya 30juta, perhatikan  berikut...
Anda  mendapat tender pengecatan (cf proyek), selesai 7 hari, bayar mundur 30hr. 30% x 30jt = 9jt (profit) dalam 37 hari!
Anda kulakan sayur/buah di pasar dini harijual pagi hari, CASH and CARRY! 3% cfharian x 30jt x 30hr = 27jt (profit).
Bagus mana? Tentu bagus 3% tapi perputaran cepat donk. Apalagi kalau proyeknyaselesai berbulan-bulan dan masih dibayar mundur...
Mungkin ada dari Anda yang bergumam, "Jual sayur? Gengsi lah yau MasJ."
Karjani, alumni ECamp dari Banjarmasin, sebelum ECamp, omsetnya 1,2M/bulan. Sekarang omsetnya 7M/bulan. Apa bisnisnya? Grosir Telor Asin!
Sugianto, alumni ECamp dari Meranggen Jawa-tengah, Omsetnya 6M/bulan, dari grosir kantong plastik (kresek).
Gengsi? Yang penting Kaya! Daripada bisnis mentereng, kocek cekak, jiaaahhh makan tuh gengsi!
Cashflow Bulanan memiliki kelebihan 'STABIL', karena seperti sudah dapat ikatan 'abonemen', tingkat loyalitas dan repeat ordernya terjaga!
Cashflow Semester, seperti bimbingan belajar, biasanya membutuhkan waktu untuk mengedukasi pasar, apalagi jika mereknya belum terkenal.
Cashflow Tahunan tentu saja tidak bisa dipakai untuk sandaran hidup sehari-hari, kecuali Anda punya rumah 13...
Cashflow Proyek seringkali menggoda secara MARGIN, tapi harus dihitung ulang return rata-rata/bulannya. Jangan-jangan lebih kecil daripada jualan sayur!
Cashflow Proyek juga tidak dapat diprediksi kapan dapatnya. Selain itu, Anda masih harus memenuhi kebutuhan harian Anda.
Ada bisa mengkombinasikan Cashflow-cashflow diatas untuk mendapat kestabilan. Yang penting, jangan sampai Cash Anda kosong!
Bahkan dalam kondisi rugipun, asalkan Anda masih bisa mengolah cash dengan cantik (bayar mundur), Anda masih bisa bertahan hidup!
Sebaliknya, meski UNTUNG BESAR, jika cash Anda kosong dan pembayaran tersendat... Si Untung hanya bualan di KERTAS saja!
Margin bukan segalanya, cash lebih utama. Karena cash adalah 
darah bisnis Anda.
Jadi, apa penyebab utama kebangkrutan usaha pertama saya di atas...? Smoga terhindar dlm bisnis Anda!
Sumber: www.yea.com

Senin, 29 Agustus 2011

BISNIS JASA COPY SCAN MANGA/KOMIK

BISNIS COPY MANGA
Halo para fans Manga, yang suka baca komik.
Kali ini saya membuat sebuah usaha baru lagi yang Insya ALLAH memudahkan rekan-rekan pencinta manga/komik untuk bisa membaca komik dengan mudah dan bernostalgia.
Sebenarnya saat ini sudah banyak sekali situs manga yang menyediakan scan manga secara gratis, mungkin hanya tinggal daftar menjadi member saja.
Tapi kelemahan dari sistem ini adalah,
1.       Kita harus online
2.       Membaca nya per halaman, dan membutuhkan waktu untuk membuka sebuah halaman, hal ini sangat merepotkan kalo internet yang kita miliki LEMOT
3.       Capek nge-klak nge-klik
Nah, itu salah satu keburukan manusia, udah dikasih gratisan..tapi masih mengeluh..hehe
Ada juga situs yang sudah menyediakan kumpulan file diatas, bisa diunduh gratis Pula. Yakni Indo**ster.com, tapi ada kelemahannya juga.
1.       Kamu harus menjadi member situs tersebut, bisa juga gak sih, tapi 90% dipastikan harus, dan harus aktif berkomenter juga, karena untuk bisa mendownload file diatas, memang GRATIS, tapi untuk bisa mengunduhnya, ada syarat poin yang harus dicapai
2.       File nya kadang dipartisi kadang gak, bisa jadi ukuran file nya besar,  sehingga kasihan juga bagi yang koneksi inet nya lemot mot..
3.       Kadang dipassword dan bisa jadi isi yang kita download gak sesuai keinginan, ada file yang hilang.
Saya adalah salah satu penikmat komik, terutama manga, namun saya juga suka komik dari barat, Sejak kelas dua SD saya sudah  membaca novel goosebumps dan melahapnya setiap minggunya..wohoho..kok malah curcol..
Nah, beberapa akhir kemarin, saya tiba2 saangat pengen sekali membaca sebuah komik di jaman saya SD kelas 6, yakni DARAH KSTARIA. Ada yang tahu??
Itu memang komik yang tidak lazim, tapi bukan komik yang aneh-aneh lho,haha ;D
Itu komik terbitan RAJAWALI GRAVITI.
Dan saya pun survey untuk mencarinya,
dan gilanya..itu komik saat ini sangat langka dan dicari oleh banyak orang, bayangkan, ada sebuah situs yang menjual komik itu seharga 25.000/ komik nya, padahal harga komik itu dulu 5000 aja, dan memang sudah tidak dicetak lagi sekarang.
Yah, akhirnya saya cari komik scan nya aja deh, yang lebih MURAAH..
Dan sampailah saya pada dua jalan diatas, dan saya sudah melalui liku terjam dua jalan diatas..(lebay,.,.) dan saya berhenti..
Sayapun akhirnya memutuskan untuk membeli saja dari sebuah jasa JUAL BELI SCAN KOMIK.
Dan akhirnya melahirkan jasa ini..
Dengan niatan untuk mengumpulkan komik-komik masa lalu yang penuh kenangan..dan mungkin para pecinta komik bisa memahami perasaan saya..hehe..
So,
Dibawah ini adalah contoh koleksi komik yang ada:


LENGKAPNYA.
TEMAN-TEMAN BISA MENGIKUTI PROSEDUR YANG ADA DENGAN MENDOWNLOAD FORM DIBAWAH:

ATURAN MAEN JUAL BELI:

1.        KEPING DVD = 20 RB MAU BELI BANYAK KEK, HARGA TETAP SAMA. ANDA GAK BELI JUGA GPP..HEHE..ini kebutuhan tersier, mau beli yang beginian pasti uang sakunya sisa,,

2.        FORMAT PENGISIAN IKUTI YANG ADA DI FORM EXCEL TERSEBUT

3.       ANDA MENGISI FORMAT TERSEBUT, KEMUDIAN KIRIMKAN KE EMAIL SAYA dokterpengusaha@gmail.com, sekaligus KONFIRMASI melalui SMS.

4.        PEMBAYARAN BISA COD ATAU LEWAT TRANSFER BANK MANDIRI

5.        CD AKAN DIPROSES. MAX 3 HARI JADI

6.        ONGKOS KIRIM DITANGGUNG PEMBELI, CEK WEBSITE TIKIJNE


-=-====HAVE FUN===

PENCARIAN