Tampilkan postingan dengan label PSIKOLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSIKOLOGI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 September 2011

TEORI TEORI MOTIVASI

Motivasi merupakan satu penggerak dari dalam hati seseorang untuk melakukan atau mencapai sesuatu tujuan. Motivasi juga bisa dikatakan sebagai rencana atau keinginan untuk menuju kesuksesan dan menghindari kegagalan hidup. Dengan kata lain motivasi adalah sebuah proses untuk tercapainya suatu tujuan. Seseorang yang mempunyai motivasi berarti ia telah mempunyai kekuatan untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan..
Motivasi dapat berupa motivasi intrinsic dan ekstrinsic. Motivasi yang bersifat intinsik adalah manakala sifat pekerjaan itu sendiri yang membuat seorang termotivasi, orang tersebut mendapat kepuasan dengan melakukan pekerjaan tersebut bukan karena rangsangan lain seperti status ataupun uang atau bisa juga dikatakan seorang melakukan hobbynya. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah manakala elemen elemen diluar pekerjaan yang melekat di pekerjaan tersebut menjadi faktor utama yang membuat seorang termotivasi seperti status ataupun kompensasi.
Banyak teori motivasi yang dikemukakan oleh para ahli yang dimaksudkan untuk memberikan uraian yang menuju pada apa sebenarnya manusia dan manusia akan dapat menjadi seperti apa. Landy dan Becker membuat pengelompokan pendekatan teori motivasi ini menjadi 5 kategori yaitu teori kebutuhan,teori penguatan,teori keadilan,teori harapan,teori penetapan sasaran.

A. TEORI MOTIVASI ABRAHAM MASLOW (1943-1970)

Abraham Maslow (1943;1970) mengemukakan bahwa pada dasarnya semua manusia memiliki kebutuhan pokok. Ia menunjukkannya dalam 5 tingkatan yang berbentuk piramid, orang memulai dorongan dari tingkatan terbawah. Lima tingkat kebutuhan itu dikenal dengan sebutan Hirarki Kebutuhan Maslow, dimulai dari kebutuhan biologis dasar sampai motif psikologis yang lebih kompleks; yang hanya akan penting setelah kebutuhan dasar terpenuhi. Kebutuhan pada suatu peringkat paling tidak harus terpenuhi sebagian sebelum kebutuhan pada peringkat berikutnya menjadi penentu tindakan yang penting.





• Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya)
• Kebutuhan rasa aman (merasa aman dan terlindung, jauh dari bahaya)
• Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki (berafiliasi dengan orang lain, diterima, memiliki)
• Kebutuhan akan penghargaan (berprestasi, berkompetensi, dan mendapatkan dukungan serta pengakuan)
• Kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan kognitif: mengetahui, memahami, dan menjelajahi; kebutuhan estetik: keserasian, keteraturan, dan keindahan; kebutuhan aktualisasi diri: mendapatkan kepuasan diri dan menyadari potensinya)
Bila makanan dan rasa aman sulit diperoleh, pemenuhan kebutuhan tersebut akan mendominasi tindakan seseorang dan motif-motif yang lebih tinggi akan menjadi kurang signifikan. Orang hanya akan mempunyai waktu dan energi untuk menekuni minat estetika dan intelektual, jika kebutuhan dasarnya sudah dapat dipenuhi dengan mudah. Karya seni dan karya ilmiah tidak akan tumbuh subur dalam masyarakat yang anggotanya masih harus bersusah payah mencari makan, perlindungan, dan rasa aman.

B. TEORI MOTIVASI HERZBERG (1966)
Menurut Herzberg (1966), ada dua jenis faktor yang mendorong seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan dan menjauhkan diri dari ketidakpuasan. Dua faktor itu disebutnya faktorhigiene (faktor ekstrinsik) dan faktor motivator (faktor intrinsik). Faktor higiene memotivasi seseorang untuk keluar dari ketidakpuasan, termasuk didalamnya adalah hubungan antar manusia, imbalan, kondisi lingkungan, dan sebagainya (faktor ekstrinsik), sedangkan faktor motivator memotivasi seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan, yang termasuk didalamnya adalah achievement, pengakuan, kemajuan tingkat kehidupan, dsb (faktor intrinsik).

C. TEORI MOTIVASI DOUGLAS McGREGOR
Mengemukakan dua pandangan manusia yaitu teori X (negative) dan teori y (positif), Menurut teori x empat pengandaian yag dipegang manajer
a.       karyawan secara inheren tertanam dalam dirinya tidak menyukai kerja
b.      karyawan tidak menyukai kerja mereka harus diawasi atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan.
c.       Karyawan akan menghindari tanggung jawab.
d.      Kebanyakan karyawan menaruh keamanan diatas semua factor yang dikaitkan dengan kerja.

Kontras dengan pandangan negative ini mengenai kodrat manusia ada empat teori Y :
  1. karyawan dapat memandang kerjasama dengan sewajarnya seperti istirahat dan bermain.
  2. Orang akan menjalankan pengarahan diri dan pengawasan diri jika mereka komit pada sasaran.
  3. Rata rata orang akan menerima tanggung jawab.
  4. Kemampuan untuk mengambil keputusan inovatif.

D. TEORI MOTIVASI VROOM (1964)
Teori dari Vroom (1964) tentang cognitive theory of motivation menjelaskan mengapa seseorang tidak akan melakukan sesuatu yang ia yakini ia tidak dapat melakukannya, sekalipun hasil dari pekerjaan itu sangat dapat ia inginkan. Menurut Vroom, tinggi rendahnya motivasi seseorang ditentukan oleh tiga komponen, yaitu:
• Ekspektasi (harapan) keberhasilan pada suatu tugas
• Instrumentalis, yaitu penilaian tentang apa yang akan terjadi jika berhasil dalam melakukan suatu tugas (keberhasilan tugas untuk mendapatkan outcome tertentu).
• Valensi, yaitu respon terhadap outcome seperti perasaan posistif, netral, atau negatif.Motivasi tinggi jika usaha menghasilkan sesuatu yang melebihi harapanMotivasi rendah jika usahanya menghasilkan kurang dari yang diharapkan

E. Achievement TheoryTeori achievement Mc Clelland (1961),
 yang dikemukakan oleh Mc Clelland (1961), menyatakan bahwa ada tiga hal penting yang menjadi kebutuhan manusia, yaitu:
• Need for achievement (kebutuhan akan prestasi)
• Need for afiliation (kebutuhan akan hubungan sosial/hampir sama dengan soscialneed-nya Maslow)
• Need for Power (dorongan untuk mengatur)

F. Clayton Alderfer ERG
 Clayton Alderfer mengetengahkan teori motivasi ERG yang didasarkan pada kebutuhan manusia akan keberadaan (exsistence), hubungan (relatedness), dan pertumbuhan (growth). Teori ini sedikit berbeda dengan teori maslow. Disini Alfeder mngemukakan bahwa jika kebutuhan yang lebih tinggi tidak atau belum dapat dipenuhi maka manusia akan kembali pada gerakk yang fleksibel dari pemenuhan kebutuhan dari waktu kewaktu dan dari situasi ke situasi.  

Sabtu, 04 Desember 2010

Pria mak nyus, wanita top markotop

sehabis membaca buku “GELEGAR OTAK”, KARYA Tauhid Nur Azhar,

Data yang dikutip pada suatu makalah di Workshop Forensic and Investigation Methods menunjukkan bahwa di inggris , 93% persen pelaku kejahatan (kriminal) adalah pria. Sedangkan, dalam kasus pelecehan seksual, persentase pelaku pria mencapai 99 persen, hampir sempurna. Mengapa hal itu bisa terjadi? Bagaimana kita bisa menjelaskan tentang peran mama-mama di Papua sana yang terampil menyemai benih, bercocok tanam? Mari kita bandingkan dengan kaum pria yang sibuk terlibat perang dan pembukaan lahan ladang yang baru
Secara histiografi, kaum wanita pula yang pada awalnya menemukan benih padi dan proses penyemaiannya,. Wanita pula yang bekerja keras secara amanah, konsisten, dan kreatif dan kreatif mengangkat harkat martabat umatnya melalui program ekonomi rakyat yang didukung oleh bapak Mohammad Yunus melalui Grameen BANK di bangladesh. Sementara itu, prestasi pria sebenarnya tak kalah spektakuler. Penemuan dan pengembangan sistem transportasi dunia, antibiotik, imunisasi, telekomunikasi, sistem informasi, sampai senjata pemusnah merupakan andil kaum pria.
Mengapa dalam peradaban kaum perempuan dalam teknologi tampak kurang signifikan? Apakah karena akbiat proses domestifikasi ataupun marginalisasi yang dilakukan secara sistemis? Bisa jadi demikian. Peran-peran domestik menjadikan wanita menjadi terbatas, kurang informasi, kurang fasilitas, dan kurang kesempatan. Kalau masalah kecerdasan atau kemampuan kognitif diperbandingkan, nanti dulu! Kita harus hati-hati. Otak wanita jauh lebih kompleks dibandingkan dengan otak seorang pria. Memang pria memiliki lebih banyak sinapsis di lobus frontalisnya, sementara wanita memliki lebih banyak selubuhng mielin (substansia alba).
Apa implikasinya? Jumlah sinapsis menunjukkan adanya kecepatan transfer data biolistrik antar sel neuron di daerah frontalis seorang pria yang tinggi, sedangkan pada wanita distribusi data lebih merata dan proses insulasi atau pencegahan distorsi lebih sempurna. Sirkuit atau jaras pengambilan keputusan seorang pria sangat dipengaruhi oleh reseptivitas terhadap testoteron atau dehidroepiandrostenedione (DHEA), Yaitu hormon yang terhubung dengan organ reproduksi. Konsep androgenik ini menjadikan jaras kognitif pria berintensitas tinggi dan bersifat liner.
Tingginya kadar androgenik akan mendorong lebih berkembangnya neuron-neuron dopaminergi, yaitu saraf yang peka terhadap hormon dopamin. Pria akan tampak lebih bersemangat, kuat dan keputusannya tepat: citius, altius, fortius. Namun keadaan ini mendorong terjadinya fenomena ketergesaan dan kurang akuratnya tindakan. Inti dari produk mental pria adalah tercapainya hasil dalam waktu singkat atau merupakan bagian dari respon defensif. Minimnya selubung mielin menunjukkan hubungan antar neuron yang bersifat spesifik dan cenderung memiliki arah yang tetap.\
Sebaliknya pada seorang wanita, pengaruh hormon seksual primer dan sekundernya yang kuat dan terwujud berkat keberadaan rahim, indung telur, dan kelenjar payudara akan menghasilkan sensasi estrogenik yang khas. Sirkuit kognitif yuang terbentuk bersifat koordinatif dan cenderung mengakomodasi pertimbangan dari setiap pusat asosiasi di kulit otak dan sistem limbik. Jika pada pria lebih dominan aktivitas nukleus kaudatus di ganglia basalis(daerah penghubung otak kiri dan kanan) dalam mencerna konsep cinta dan memiliki, pada wanita lebih dominan jalur talamokortikalis yang membuat seorang wanita penuh pertimbangan dalam hal berinteraksi dengan lingkungannya. Mari kita lihat hasil-hasil gemilang dari olah pikir pria yang brilian.
Proyek Manhattan yang dikerjakan Enrico Fermi dan kawan-kawan yang menghasilkan bom atom yang meluluhlantahkan hiroshima-nagasaki. Sementara itu, hasil temuan Alexander Flemming berupa zat aktif penisilin yang berasal dari jamur memicu perang kronis yang tak pernah usai antara manusia dan mikroba. Sedangkan tokoh wanita tampak lebih mementingkan mendedikasikan hidupnya bagi kepentingan jangka panjang. Ibu theresa di calcutta, Madam Curie yang menemukan senyawa radioaktif yang berperan penting dalam perkembangan ilmu kimia, florence Nightingale yang memperkenalkan konsep keperawatan.
Oleh karena itu, ada kecenderungan bahwa seorang wanita berpikir lebih lambat dan berdurasi lebih lama karena banyak variabel yang diolahnya, sementara pria dituntut untuk membuat keputusan cepat agar terhindar dari bahaya. Paradigma yang kini berkembang yang perlu diluruskan. Seorang pria sering berusaha memahami wanita dari sudut pandang kaumnya(pria) dan seolah tahu benar apa yang dipikirkan wanita.
Bagi seorang wanita, detail dan sistematika yang runtut adalah kecenderungan otaknya, Tak heran apabila banyak karyawan yang mengeluh jika mendapat pimpinan atau bos wanita. Fashion yang menampilkan keindahan dan estetika adalah contoh konkret dari kompleksitas kinerja otak manusia. Di satu sisi, aspek analitis berkerja dan di banyak sisi lainnya secara bersama kelembutan, kepedulian terhadap sesama, rasa cinta yang dipicu oleh oksitosin, vasopresin, feniletilamin, dan keterampilan psikomotorik yang tinggi dijalankan oleh berbagai bagian otak yang di kedua belahan hemisferium dan batang otak.
Adanya reseptor-reseptor sepsifik terhadap hormon “cinta” inilah yang mendasari mengapa pola orgasme seorang wanita sangat berbeda dengan pria. Dalam bentuk grafik, terlihat pola orgasme seorang wanita dalam status plateau atau menyerupai dataran, alias panjang dan lamaa!mengapa?  Karena pada saat orgasme tercapai, hormon oksitosin akan diproduksi dalam jumlah yang besar Semakin panjang durasi orgasme, akan semakin banyak pula oksitosin yang diproduksi.. Rasa hangat, kelembutan, dan keinginan untuk saling mengasihi, mengayomi, dan melindungi akan menjadi produk mental yang dihasilkan otak pasca orgasme.
Maka, ini berita berbahaya bagi seorang wanita yang terlibat dalam perselingkuhan,. Dari rencana semula yang hanya iseng-iseng saja dan tidak menghendaki hubungan jangka panjang, akan terjebak dalam situasi tidak bisa “melepaskan” kekasih gelapnya. Dalam konteks positif, sifat ini akan temanifestasi dalam bentuk loyalitas seorang wanita pada pekerjaan, keluarga, dan nilai-nilai yang diyakininya.
Fenomena ini juga yang menjelaskan mengapa cokelat dan panganan lain yang mengandung cokelat selalu disukai perempuan. cokelat mengandung feniletilamin dalam jumlah yang banyak. Banyaknya reseptor oksitosin dan feniletilamin pada otak wanita membuatnya “membutuhkan” banyak coklat untuk menghadirkan sensasi kelembutan dan rasa saling mengasihi.
Feniletilamin inin juga terdapat pada kismis, stroberi, kurma, dan lainnya yang digemari wanita. Jadi jika ingin menghadirkan sensasi penuh kasih sayang kepada seorang wanita, hadiahilah coklat dan jangan ajak dia makan ikan mas. Lho, ada apa dengan ikan mas? Pada otak ikan mas terdapat hormon skotofobin, yaitu hormon yang menimbulkan sensasi ketakutan. jika dikonsumsi oleh manusia, tidur akan menjadi sedikit gelisah. Namun seandainya  akan menonton film horror, ajak saya istri anda kelak makan ikan mas gorang dulu, dijamin ia akan menjerit-jerit ketakutan dan mungkin akan memeluk Anda.
:)

Jumat, 07 Mei 2010

Pygmalion Effect


pygmalion-effect
Keyakinan kita tidak hanya memengaruhi kita dan kinerja kita, tetapi juga memengaruhi orang-orang yang berinteraksi dengan kita. Sebagai seorang guru,orang tua,bos atau teman, keyakinan anda tentang murid, anak-anak, pegawai dan teman anda akan memengaruhi bagaimana anda memperlakukan mereka, bagaimana respons mereka dan akhirnya bagaimana kinerja mereka.
Pernahkah anda mendengar istilah efek pygmalion?  Fenomena psikologi ini pertama kali disajikan oleh Robert Merton 1957, seorang profesor sosiologi dari columbia University. Ini adalah tentang bagaimana harapan terhadap orang lain dapat menjadi sebuah kenyataan.
Penelitian tersebut melibatkan seorang guru yang diperintahkan untuk mengajar kelas baru yang terdiri dari anak-anak berbakat. Sang guru tersebut tidak tahu bahwa sebenarnya anak-anak tersebut merupakan anak-anak dengan IQ rendah. Lebih parah lagi, mereka memiliki masalah dalam perilaku.
Dapat diduga, pada saat sang guru mulai mengajar, anak-anak tersebut pun mulai berperilaku tidak baik dan tidak belajar, atau pun memberi respons. Tetapi karena sang guru yakin bahwa anak-anak tersebut memiliki IQ tinggi, Ia memiliki gambaran bahwa anak-anak tersebut tidak bermasalah, namun dialah yang bermasalah.
Ia mulai merasa bertanggung jawab pada masalah perilaku dan ketidaktertarika mereka untuk belajar. Mungkin cara mengajarnya yang membosankan dan tidak cukup merangsang perhatian anak-anak yang berbakat dan berstandar tinggi itu.
Maka, Ia pun mulai bereksperimen dengan mengubah cara mengajarnya, Ia mulai mendorong mereka, membangkitkan keingintahuan mereka, menantang mereka dengan permainan-permainan dan kegiatan yang betul-betul menantang mereka. Semakin ia memperlakukan mereka seperti anak-anak berbakat, semakin kuat respons mereka.
Pada akhir tahun ajaran, nilai akademik anak-anak tersebut meningkat dengan tajam. Dan pada waktu di tes lagi, IQ mereka rata-rata naik 20-30 poin. Maka sang guru pun dikatakan telah menciptakan anak-anak berbakat! (Pikirkanlah berapa banyak anak yang dipandang lamban menjadi betul-betul lamban hanya karena gurunya yang kurang memberikan inspirasi?)
Dalam tulisannya yang berjudul “Teori sosial dan struktur sosial”, Merton mengatakan bahwa fenomena tersebut terjadi karena “sebuah definisi yang salah atas sesuatu dapat membangkitkan perilaku baru yang membuat konsepsi perilaku yang salah menjadi benar. “
Dengan kata lain, jika sebuah harapan sudah ditetapkan, meskipun tidak akurat, kita cenderung untuk bertindak dengan cara-cara yang sejalan dan konsisten dengna harapan tersebut. Dan, sering mengejutkan kita bahwa hasilnya adalah harapan tersebut, seperti sebuah sulap, menjadi kenyataan

PENCARIAN